01 May 2008

membekas .

setting : lift horor gedung dewan pers

seorang mahasiswi masuk kedalam lift , tiba" datang seorang mahasiswi satu lagi . saat menekan tombol angka 3 , seorang mahasiswa minta tolong menahan liftnya agar dia ikut masuk . mahasiswi 1 senyumsenyum karena mahasiswa itu tampan . tidak ada suara . tiba" disadari mereka berada dilantai 47 dan lift berhenti .
mahasiswi 1 : tunggu deh , ini kok dilantai 47 ? matiiiii !
2 mahasiswi mulai panik , ketakutan dan menjerit" . mahasiswa tampan itu mencoba menenangkan mereka sambil mencari pertolongan . beruntunglah lift berada di luar , jadi orang-orang bisa melihat keadaan mereka . lalu akhirnya mereka bertiga diturunkan secara manual (tali lift ditarik-tarik sama orang") . begitu pintu lift terbuka keadaannya ; sang mahasiswa duduk ditengah dengan 2 mahasiswi tadi di samping kanan kirinya sambil memeluk dan tangisan terdengar sangat jelas dari 2 mahasiswi itu sementara orang" sudah ramai menonton mereka . setelah itu si mahasiswa mencoba terus menghentikan tangisan mereka dengan suara lembut dan dewasanya .
mahasiswa : udah udah nyampe bawah nih , jangan nangis lagi .
lalu mahasiswa tadi memeluk si mahasiswi 2 yang sudah tidak menangis lagi , sementara si mahasiswi 1 yang memang phobia terhadap lift masih terus gerung"an sambil jatoh terduduk . tidak lama si mahasiswa tampan itu duduk didepannya dan gantian memeluknya dengan erat sambil terus berusaha meredakan tangisannya . sampai" bahu kiri si mahasiswa basah karena airmata si mahasiswi 1 tadi yang masih menangis dipelukannya .

janggal ;
1. sejak kapan gedung dewan pers itu punya 47 lantaiiiiii ?! huebad tenaaaan ..
2. emang ada orang narik" tali lift yang menjuntai" itu buat nurunin lift secara manual ?!
3. emang lift-nya dewan pers ada diluar ? jelas" di dalem gitu kooook !


mimpi oh mimpiiii ..
tapi kenapa musti oknum TA sih yang ada disituuuuuuu ?
masih berasa nih pelukannya ! jadi kangeeen ..
mimpi indah .. membekas banget hari ini ! ;)

1 comment:

Anonymous said...

repi repi....ckckckck *geleng-geleng*